KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas kehendak-Nya lah kami selaku saya penulis bisa
menyelesaikan makalah ini tepat padawaktunya.
Adapun maksud dan tujuan penulis membuat makalah
ini , adalah untuk memenuhi salahsatu tugas dari mata kuliah Manajemen
Konstruksi , dan juga untuk menambah wawasanmengenai karakteristik dari Manajemen
konstruksi.Dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini tentu saja penulis
mengakui bahwamakalah ini masih jauh dari kesempurnaan , baik dari segi isi ,
teori , dan sistematika penulisannya
.
Maka dari itu karenabelum luasnyawawasan kami,kami sangatterbantu bila pembaca memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun dan dapatmenyempurnakan
makalah ini dari segi manapun .
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini
bisa bermanfaat bagi kita semua baik untuk hari ini dan untuk masa yang
akan datang .Amin .
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Keramik telah di temukan sejak jaman
dahulu,terbukti dengan ditemukan benda-benda sejarah yang terbuat dari tanah
liat seperti guci-guci,wadah,perlengkapan tempat makanan,tempat air minum dan
lain sebagainya.Keramik merupakan material organik non logam yang mengandung
unsur logam dan non logam yang terutama berikatan ionik dan kovalen.mateial
dari keramik tersebut mengandung tingkat perbadaan dalam ikatan kimi Keramik pada proses pembuatannya memiliki beberapa tahap
proses agar berhasil.proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama.
Bahan pembuatan keramik terdiri dari tanah liat. Dari tanah liat tersebut lalu
dapat diolah seperti menjadi batu bata,celengan,lantai yang terbuat dari
keramik,piring,cobekan dan lain-lain. Pada
umumnya material keramik memiliki tekstur keras dan rapuh,dengan tingkat
kekerasan yang rendah. Keramik adalah bahan isolator yang dan panas yang baik
karena tidak ada elektron yang terkonduksi. Material keramik
memiliki titik leleh yang tinggi dan kestabilan kimia terhadap lingkungan yang
tinggi karena tingkat kestabilan.
1.2.
Ruanglingkup
Dalam
makalh ini ,Dibahas terkait “Bahan keramik Pada Bangunan” Yang meliputi sifat
sifat mekanik, Serta penerapan dan penggunaan keramik
1.3.Tujuan penulisan
Adapun tujuan dalam penyusun makalah ini, penyusun ingin memberi informasi
mengenai sejarah perkembangan keramik
dan proses pembuatanya untuk menambah wawasan dalam matakuliah pengetahuan
bahan
1.4 Manfaat
a.Penulisan karya tulis ini
diharapkan dapat bermanfaatbagi para mahasiswa Politeknik Negri Lhokseumawe
serta referensi.
b.Penulisan karya tulis ini
diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan cakrawala pemikiran pembaca pada
umumnya.
BAB 2 SEJARAH PERKEMBANGAN KERAMIK
1.1 Sejarah Perkembangan Keramik
Keramik merupakan campuran padatan
yang terdiri dari sebuah unsur logam
dan nonlogam atau unsur logam dan nonlogam padat, gabungan dari unsur nonlogam dan unsur
nonlogam padat, atau gabungan dari dua buah unsur nonlogam
padat yang dibentuk dengan perlakuan panas (Barsoum, 1997). Dalam definisi yang lebih khusus
lagi, keramik didefinisikan sebagai bahan inorganik
yang merupakan pencampuran senyawa logam dan nonlogam dengan memberi perlakuan seperti pemanasan,
pemberian tekanan sehingga memiliki sifat kuat,
keras dan memiliki titik cair yang tinggi serta lambat terhadap proses kimia (Yet Ming Chiang et al, 1997).
Keramik pada awalnya berasal dari
bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang
telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedi tahun 1950-an
mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk
menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng,
porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari
tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua
bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. Umumnya senyawa keramik
lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya.
Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa,
kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal,
komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga
tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya
sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. Kurangnya beberapa
elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan
bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Di
samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik secara umum
mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya.
Kamus dan ensiklopedia pada tahun
1950-an mendefenisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk
menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng,
porselin, dan sebagainya. Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi defenisi
keramik berkembang tidak hanya pada penghasil barang dari tanah liat namun
berkembang mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat.
SEJARAH PERKEMBANGAN KERAMIK DI INDONESIA
Kepandaian membuat keramik di Indonesia sebenarnya sudah tua umurnya,
sebagaimana halnya sejarah keramik diberbagai belahan Dunia, seperti China,
Jepang, Mesir, Yunani, Korea, Thailand, Peru, Philipina, Vietnam dan lain
sebagainya. Di mana ketrampilan membuat keramik tersebut muncul dan tumbuh
secara alami, ada yang tumbuh dalam waktu yang bersamaan tanpa adanya pengaruh
hubungan kebudayaan satu dengan lainnya. Kepandaian membuat keramik dapat
dikatakan setua manusia mengenal api dan dapat memanfaatkannya.
Penemuan teknik membuat keramik atau pengetahuan mengenai sifat tanah liat
yang mengeras setelah dibakar, diperoleh secara tidak sengaja oleh orang
primitif pada zaman Pra-sejarah. Ralph Mayer dalam
bukunya A Dictionary of Art Term and Techniques, menyatakan
bahwa kebanyakan seni primitif dibuat dari kayu, batu dan tanah liat, yang
diciptakan untuk beberapa tujuan relegi atau tujuan yang praktis (Mayer, 1969).
Awal mulanya keramik dibuat cenderung sebagai “wadah”. Inspirasi
pembuatan wadah tersebut berasal dari pemanfaatan buah-buahan berkulit
tebal seperti labu, kelapa dan sebagainya, yang isinya dikeluarkan. Juga
dari ruas-ruas pohon bambu, daun-daunan berukuran besar seperti daun pisang
daun talas dan lainnya. Cekungan bekas telapak kaki dan batu pada tanah basah
yang digenangi air hujan juga memberi inspirasi, dimana air yang tergenang
tersebut dapat bertahan lama bahkan bisa berhari-hari lamanya. Berdasarkan
kenyataan tersebut, suatu ketika orang memakai keranjang bambu yang dilapisi
tanah liat sebagai tempat atau wadah cairan (liquid) dan wadah semacam
ini tentu tidak bertahan lama. Secara tidak sengaja keranjang tersebut dibuang
keperapian dengan maksud untuk dimusnahkan. Namun yang terjadi keranjangnya
musnah, sedang tanah pelapis masih tersisa dan ditemukan mengeras dengan
meninggalkan bekas anyaman keranjang. Dari pengalaman-pengalaman itulah, orang
mulai dengan sengaja membentuk tanah liat secara utuh sebagai wadah dan untuk keperluan
religi lainnya.
Dengan diketemukan tanah yang mengeras ini, secara tidak sengaja mereka
telah menemukan keramik dengan unsur dekorasinya sekaligus. Lebih lanjut
hiasan diterapkan secara sengaja, yaitu menggunakan kulit kerang, kulit kayu,
permukaan batu, tali, anyaman, serat tumbuh-tumbuhan, kain atau benda-benda
keras lain yang bertekstur / bermotif, dengan cara mengecapkannya pada
permukaan benda dalam keadaan masih basah (lembab) sebelum dibakar. G.
Nelson, dalam bukunya yang berjudul Ceramics menulis
bahwa suatu kenyataan yang ada pada benda-benda tembikar atau keramik masa
Neolitik, tekstur yang banyak ditemukan adalah bekas anyaman (Nelson, 1960).
Dengan demikian , jelas bahwa keramik lahir pada mulanya sebagai benda praktis
dan sekaligus sebagai benda estetis.
Di Indonesia, keramik jenis gerabah dikenal sejak zaman Pra-sejarah atau
zaman Neolitikum, yaitu pada tahun 3.000 sebelum Masehi, dimana
manusia saat itu sudah mulai hidup menetap dan bercocok tanam serta membentuk
kelompok-kelompok masyarakat. Sebagai masyarakat yang menetap, hidupnya
memerlukan peralatan atau perlengkapan untuk kebutuhan sehari-hari, diantaranya
adalah tempat menyimpan cairan (minuman) dan makanan yang dibuat dari gerabah
(tanah liat).
Para pemuka masyarakat / pemimpin, kemudian sangat mempengaruhi kehidupan
selanjutnya, dimana orang yang dihormati dan dipercaya tersebut dianggap dapat
melindungi warganya, bahkan sampai meninggalpun tatap dapat mempengaruhi
manusia yang masih hidup. Muncullah suatu bentuk kepercayaan penghormatan
kepada nenek-moyang, sebagai penghormatan maka dibuatlah
perlambangan-perlambangan dan pemujaan-pemujaan untuk menenangkan arwah nenek
moyang mereka. Penyertaan benda kubur seperti patung kecil (figurin),
manik-manik serta tempat makanan dan minuman merupakan bentuk penghormatan
leluhur sebagai bekal dalam perjalanan ke alam baka. Peruk kecil berisi
perhiasan dan periuk besar berisi tulang-belulang adalah hasil tradisi
kepercayaan masyarakat di zaman Pra-sejarah.
2.2 Proses pembuatan keramik
Penyiapan bahan mentah
1.Penggalian bahan mentah, bahan
mentah yang digunakan untuk keramik pada umumnya adalah lempung/tanah liat.
Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang terletak di permukaan bumi
sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara terbuka.
2.Penimbunan, bahan mentah hasil
galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama dalam penimbunan, lempung ini
diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal ini perlu dilakukan agar
partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang menyerap air menjadi lebih
lapuk dan menyerap air. Selain itu juga untuk melarutkan garam sulfat yang
merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya juga dilakukan pencampuran dengan
bahan lain, misalnya pasir.
3.Penggilingan, Untuk lempung yang
berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun digiling terlebih dahulu.
Penggilingan dilakukan dengan menggunakan kollegrang yang
dasamya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan besar butir yang lebih
homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan yang sudah menjadi tepung
ditambah dengan air sambil digiling, sehingga keluar dari kollegrang, bahan
sudah berbentuk lempung basah. Untuk mendapatkan lempung yang lebih homogen,
dilakukan penggilingan lagi di pugmill (mixer). Selesai dari
pugmill, bahan diolah lagi di dalam extruder. Di dalam alat
ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga dihasilkan lempung yang benar-benar
padat berbentuk kolom segi empat atau bulat.
2.3 Jenis-jenis Keramik
Pada prinsipnya keramik terbagi
menjadi dua, yaitu:
1. Keramik
tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik
yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang
termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah
tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
2. Keramik halus
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik,
advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang
dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam
(Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen
turbin, dan pada bidang medis. (Joelianingsih, 2004)
Jenis Keramik Menurut Kepadatan
1. Gerabah (Earthenware)
Dibuat dari semua jenis bahan tanah
liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C.
Keramik jenis ini struktur dan teksturnya sangat rapuh, kasar dan masih
berpori. Agar supaya kedap air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau
bahan pelapis lainnya. Gerabah termasuk keramik berkualitas rendah apabila
dibandingkan dengan keramik batu (stoneware) atau porselin. Bata, genteng,
paso, pot, anglo, kendi, gentong dan sebagainya termasuk keramik jenis gerabah.
Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga
menambah kekuatannya.
Gambar 2.1 keramik gerabah
2. Keramik Batu (Stoneware)
Dibuat dari bahan lempung plastis
yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi
(1200°-1300°C). Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan
kokoh, kuat dan berat seperti batu. Keramik jenis termasuk kualitas golongan
menengah.
Gambar 2.2 keramik batu
3. Porselin (Porcelain)
Adalah jenis keramik bakaran suhu
tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin,
alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan
bisa tembus cahaya, maka sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin
dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi
hingga mencapai 1500°C. Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya
mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti
gelas. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi
porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. Secara teknis keramik jenis ini
mempunyai kualitas tinggi dan bagus, disamping mempunyai daya tarik tersendiri
karena keindahan dan kelembutan khas porselin. Juga bahannya sangat peka dan
cemerlang terhadap warna-warna glasir.
Gambar 2.3 keramik porselin
4. Keramik Baru (New Ceramic)
Keramik
yang secara teknis, diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan
mobil, listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik, keramik
metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit keramik, silikon,
bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari material keramik jenis ini
disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan
gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis
dan komponen teknis lainnya.
Sifat
Keramik
Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat
keramik juga tergantung pada lingkungan geologi di mana bahan diperoleh. sifat
yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah
britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional
seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan
piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti
keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik
tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran sintering antara
keramik dengan logam. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi, sebagai contoh
keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan sampai
dengan suhu 1200 C, keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan
sampai dengan suhu 2000 C. kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah
satu faktor yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang. Secara
umum sifat keramik meliputi :
1. Keras,
kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah.
2. Tahan
terhadap korosi.
3. Kapasitas
panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah.
4. Sifat listriknya dapat menjadi isolator,
semikonduktor,dan konduktor.
5.
Dapat bersifat magnetik dan non magnetik.
2.4
Perkembangan Keramik dari Masa ke Masa
Di
Indonesia, keramik sudah dikenal sejak jaman Neolithikum, diperkirakan rentang
waktunya mulai dari 2500 SM–1000 SM. Peninggalan zaman ini diperkirakan banyak
dipengaruhi oleh para imigran dari Asia Tenggara berupa: pengetahuan tentang
kelautan, pertanian dan peternakan. Alat-alat berupa gerabah dan alat pembuat
pakaian kulit kayu. Kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu
mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman. Awalnya manusia membuat alat
bantu untuk kebutuhan hidupnya, mulai dari membuat kapak dari batu. Seperti di
Sumatra ditemukan pecahan-pecahan periuk belanga di Bukit Kulit Kerang.
Meskipun pecahan tembikar tersebut
kecil dan berkeping-keping namun telah terlihat adanya bukti nyata membuat
wadah dari tanah liat. Teknik pembuatannya dilakukan dengan tangan, dan untuk
memadatkan serta menghaluskan digunakan benda keras seperti papan. Cara
menghias dilakukan dengan menekankan sebuah kayu berukir, atau menekan tali,
anyaman bambu, duri ikan, dan sebagainya, pada permukaan keramik (mentah)
setelah selesai pembentukan. Cara seperti ini paling banyak dilakukan oleh
perajin tradisional di berbagai daerah di pelosok tanah air.
Gambar 2.4 pembuatan keramik
Di pantai selatan Jawa
tepatnya diantara Yogyakarta dan Pacitan ditemukan pecahan tembikar yang
berhiaskan teraan anyaman atau tenunan seperti hasil tenun yang di buat di
Sumba. Di daerah Melolo (P. Sumba) ditemukan pula periuk belanga yang berisikan
tulang-tulang manusia. Peninggalan-peninggalan prasejarah ini juga ditemukan
didaerah Banyuwangi, Kelapa Dua-Bogor, Kalumpang serta Minanga di Sulawesi,
Gilimanuk di Bali dan juga penemuan pada waktu peninggalan arkeologis di
sekitar candi Borobudur dan di Trowulan-Mojokerto.
Termasuk juga
peninggalan zaman Kerajaan Majapahit (abad 16 M) banyak di temukan bata-bata
dan genteng dari tanah liat yang dibakar sebagai bahan bangunan, namun juga
benda-benda seperti celengan. Pecahan-pecahan tembikar juga ditemukan di situs
Batujaya, di Karawang Jawa Barat. Ditemukan juga fragmen yang terbuat dari terracotta.
Sesuai penandaaan maka tembikar-tembikar ini ada pada abad ke 3 atau 4 masehi.
Gambar 2.5 peninggalan kerajaan majapahit
Gambar
tembikar juga terdapat pada relief hiasan
bangunan, dan patung-patung. Ini memberikan indikasi bahwa tradisi pembuatan
benda keramik dengan teknologi sederhana telah lama berlangsung. Artefak
lainnya di gambarkan pada relief candi Borobudur yang menunjukkan motif wanita
yang sedang mengambil air dari kolam dengan periuk bulat dan kendi serta
memasak dengan kuali. Sedangkan relief candi Prambanan dan candi Penataran
(Blitar) melukiskan jambangan bunga dengan hiasan suluran dan bunga-bungaan.
Peninggalan ini juga menggambarkan akan adanya kegiatan pembuatan keramik
rakyat di pedesaan dan banyak hubungannya dengan penemuan kebutuhan akan wadah
Gambar 2.6 tembikar
Keramik rakyat ini
dari zaman ke zaman berkembang secara evolusioner. Demikian pula dengan bentuk,
teknik pengolahan maupun pembakarannya, pembakaran dilakukan hanya dengan
menggunakan daun-daun atau ranting-ranting pohon yang telah kering. Mereka
lebih banyak memikirkan peralatan yang ada hubungannya dengan rumah tangga.
Untuk keperluan tersebut dibuatlah benda gerabah dari tanah liat kemudian
dibentuk dan setelah kering dibakar dengan pembakaran sederhana. Penemuan
keramik merangsang kreativitas manusia untuk menciptakan berbagai macam benda
keramik yang di buat dari bahan tersebut. Pada perkembangan selanjutnya
berbagai faktor turut menentukan kemajuan keramik diberbagai daerah.
Faktor-faktor tersebut
mempengaruhi kemajuan keramik, mulai dari faktor keperluan hidup, persedian
bahan baku sampai kemajuan teknik pembakaran. Dari faktor-faktor tersebut,
faktor kebutuhan atau keperluan hidup yang merupakan pengaruh yang dominan,
sebagai contoh: negeri China.
Gambar 2.7 Peta Indonesia
Secara
pasti sangatlah sulit untuk dikatakan daerah mana yang mula-mula yang merupakan
pusat perkembangan keramik di Indonesia. Dari segi teknik pembuatannya
benda-benda keramik yang oleh para ahli sejarah disebut “paddle and anvil
technique” atau teknik tatap batu, suatu teknik pembuatan keramik
tradisional yang saat ini masih dipergunakan di daerah-dareah di Indonesia.
Meninjau hasil karya keramik dari beberapa daerah di Indonesia sangat menarik
karena terasa ada suatu karakteristik sangat khas yang menjiwai benda-benda
tersebut. Daerah tersebut antara lain Kalimantan dengan keramik Singkawang yang
menghasilkan guci-guci besar. Daerah ini menghasilkan benda keramik dengan
teknologi pembakaran tinggi mulai abad XIX.
Singkawang
merupakan daerah migrasi orang-orang China Hokkian, yang banyak
keahliannya membuat guci. Sementara masyarakat tradisional tetap melakukan
aktivitas untuk membuat gerabah tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup
dengan kekuatan apa adanya.
Gambar 2.8 Jaman
Belanda
Jaman Penjajahan Belanda
Teknologi pembuatan keramik dapat
dikatakan mulai berkembang dengan didirikannya Laboratorium Keramik atau “Het
Keramische Laboratorium” pada tahun 1922 di Bandung. Fungsi utama laboratorium
ini sebagai pusat penelitian bahan bangunan seperti bata, genteng, saluran air
dan sebagainya yang terbuat dari tanah liat. Selain itu mengembangkan juga
teknologi glasir untuk barang gerabah halus yang disebut dengan ‘aardewerk’.
Bahan glasir didatangkan dari Belanda.
Gambar 2.9 Pabrik Keramik
Selanjutnya di Plered Purwakarta
didirikan sebuah pabrik keramik dengan dilengkap alat-alat produksi masinal
untuk mengolah bahan tanah liat. Pabrik ini berfungsi sebagi induk yang
memberikan bimbingan dalam pembuatan bahan bangunan dan gerabah halus berglasir
kepada para perajin setempat. Pabrik keramik di Pleret yang dimaksudkan sebagai
pusat penyuluhan di Jawa barat terpaksa gulung tikar. Sedangkan pusat induknya
di Bandung hidupnya masih belum menentu keberadaannya.
Tetapi walaupun dengan
pemasukan teknologi impor ini, keramik Indonesia belum mengalami kemajuan yang
pesat. Pusat penyuluhan bidang keramik sasarannya pada kehidupan gerabah
pedesaan saja. Masyarakat kota belum banyak mengenal keramik bakaran tinggi
pada masa itu, dan lebih suka menggunakan barang impor dari negeri China atau
Eropa.
Gambar 2.10 Jaman
Jepang
Jaman Pendudukan Tentara Jepang
Dengan
masuknya tentara Jepang , pabrik keramik di Bandung telah diubah namanya
menjadi “Toki Shinkenjo”. Laboratorium ini berfungsi sebagai balai penelitian
yang meneliti dan mengembangkan serta memproduksi barang-barang keramik dengan
suhu bakar tinggi. Produknya antara lain: bata tahan api, botol sake, dan
sebagainya. Barang-barang tersebut dibuat untuk keperluan bala tentara Jepang
di Indonesia.
Jaman Pemerintah Republik Indonesia
Sejak
pemerintahan dipegang pemerintah republik Indonesia, maka “Toki Shinkenjo”
berubah nama menjadi Balai Penyelidikan Keramik (BPK), dalam operasionalnya
dilengkapi dengan alat-alat pengujian dan alat-alat produksi yang lebih modern.
Fungsi dan tugas BPK semakin berkembang, tidak hanya berporduksi barang-barang
keramik, gelas, isolator listrik tetapi juga aktif melakukan kegiatan
penelitian barang-barang mentah keramik hasil temuan bahan keramik di beberapa
tempat.
benda hias, barang tahan api, bata tahan api,
alat-alat teknik, gips, email, dan keramik bahan bangunan.
Sekitar tahun 1969 BPK
mencoba mengembangkan apa yang disebut dengan keramik ‘biru putih’ yaitu
imitasi keramik China yang pembakarannya pada suhu 1300 derajat celcius. Dengan
diperkenalkanya produk ala China ini maka banyak perusahaan lain di kota
Bandung memproduksinya; seperti pabrik keramik di Kiara Condong, pabrik keramik
Tanah Agung di kota Malang, serta pabrik keramik di Plered-Purwakarta. Produk
keramik dengan corak biru putih tersebut ternyata banyak penggemarnya. Pada
masa Pelita ke dua munculah harapan-harapan baru untuk penggunaan benda keramik
di hotel-hotel di Jakarta dan di kota-kota lain.
Benda keramik tersebut
berupa peralatan makan, hiasan dan tempat bunga. Kemudian berlanjut ke
masyarakat kota yang mulai terbiasa menggunakan benda-benda keramik dan sedikit
demi sedikit munculah keinginan benda tersebut sebagai kebutuhan rumah tangga. Dengan diketemukannya bahan-bahan mentah yang melimpah
seperti kaolin, felspard, kwarsa dan sebagainya. maka sejak tahaun 1960-an
bermunculan pabrik-pabrik keramik dibebebrapa kota. Produknya pun
bermacam-macam seperti produk gerabah, stoneware dan porselin, jenis
produksinya antara lain peralatan makan dan minum
Kehidupan dunia keramik mulai bangkit dan tumbuhnya perusahaan
kecil dan menengah yang bergerak dibidang keramik seperti terdapat di Bandung,
Plered-Purwokweto, Klampok, Bayat-Klaten, Malang, Yogyakarta dan lainnya daerah
di luar Jawa. Dengan perjalanan waktu, dan dengan adanya pendidikan tinggi seni
rupa seperti ITB Bandung, ASRI (ISI)
Yogyakarta, ASTI (ISI) Surakarta dan universitas lainnya mulai
menelurkan seniman akademisi keramik yang turut menghidupkan dunia keramik saat
ini. Namun, ditengah kemajuan industri keramik dunia, industri keramik
Indonesia belum mengalami kemajuan yang signifikan walaupun kemajuan dalam
bidang keramik ini sudah menjadi tuntutan pasar. Hal ini disebabkan karena
sarana dan prasarana, berupa alat-alat untuk mengembangkan industri keramik itu
termasuk mahal. Selain
itu teknologi yang
adapun sulit didapat. Sebab bahan-bahan untuk keramik maju harus bahan yang
lebih murni. Tetapi usaha-usaha untuk mengembangkan industri keramik, berupa penelitian-penelitian tetap dilakukan,
kegiatan seperti ini telah menjadi kegiatan rutin seperti Balai Besar Keramik
di Bandung, juga kegiatan-kegiatan pengembangan desain untuk benda keramik di
industri seperti di Sango Semarang, industri keramik di Tangerang dan di
industri lainnya. Dari hasil pembinaan dan bimbingan dari pemerintah dan pihak
terkait, baik produktivitas dan variasi bentuk juga pengalaman perajin semakin
meningkat.
Gambar 2.11 Monumen keramik
Perkembangan dari bentuk produk
keramik yang masih melekat ciri khas dari masing-masing daerah semakin menarik
dan memperkaya hasil budaya bangsa. Perkembangan dunia pariwisata yang makin
maju memberikan dampak yang sangat bagus bagi perkembangan keramik.
Gambar 2.12 gerbang desa pager jurang
Dengan dicanangkannya
desa wisata seperti: di desa Pager Jurang-Bayat Klaten, desa Kasongan-Bantul,
Klampok-Banjarnegara, Banyumulek- Lombok semakin meningkatkan produktivitas dan
kualitas juga pemasaran produk keramik yang semakin berkembang hingga kini.
Pemakaian benda-benda keramik sudah dimulai sejak 10.000
tahun yang lalu. Hasil penggalian barang kuno di Mesir, terdapat keramik yang
dibuat 5000 tahun sebelum Masehi, dan penggunaan bata merah sudah sejak
3000 tahun sebelum Masehi.
BAB
3 KERAMIK BAHAN BANGUNAN
3.1 Produk keramik bahan bangunan
keramik di Eropa dimulai pada masa kejayaan Romawi Yunanai, dan mulai berkembang pesat pada abad 18. Keramik yang terkenal berasal dari Tiongkok sejak 2600 tahun sebelum Masehi. Keramik dari daerah ini terkenal di seluruh dunia karena terbuat dari sejenis tanah putih yang dapat dibakar porselen. Tanah ini disebut dengan tanah Kaolin.
Dengan berkembangnya teknologi, pada abad terakhir ini, pemakaian bahan keramik tidak hanya terbatas pada bahan bangunan dan alat rumah tangga, tetapi sudah meningkat pada keramik untuk bidang teknik, antara lain keramik untuk teknik listrik dan teknik suhu tinggi seperti isolator listrik, busi kendaraan, transistor dan kapasitor, bata tahan api, ceramic metal, fibre optic, silicon, dll.
Untuk di Indonesia, perkembangan industri keramik berjalan
lambat. Bata merah sudah digunakan sejak jaman Majapahit dan Sriwijaya. Sampai
awal abad 20, industri keramik yang dominan di Indonesia adalah industri bata
dan genteng, ubin merah, alat-alat sanitair dan pipa tanah. Sedangkan pada
bidang keramik halus adalah grabah alat rumah tangga, pot atau vas bunga,
isolator listrik tegangan rendah dan bata tahan api bata samot. Untuk keramik
teknik, Indonesia masih mengimpor dari Negara lain, terutama dari Amerika
misalnya untuk isolator listrik tegangan menengah dan tinggi, keramik listrik
lainnya serta bata tahan api. Kesulitan yang dihadapi bagi perkembangan keramik
halus dan keramik teknik di Indonesia adalah belum adanya industri pengolahan
bahan baku dari alam yang dijadikan bahan mentah siap pakai.
Ditinjau dari kata keramik yang berasal dari kata bahasa Yunani
keramos yang berarti bahan yang dibakar, maka yang disebut produk
keramik adalah mencakup macam-macam produk yang dibuat melalui proses
pembakaran.
BAHAN BAKU KERAMIK
Bahan baku keramik berupa oksida-oksida mineral yang terdapat di
alam berupa batuan maupun pelapukan dari batuan. Jenis oksida tersebut adalah :
SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, K2O dan Na2O. Oksida-oksida ini banyak terdapat
pada tanah liat (lempung), yang terdapat dalam bentuk batuan adalah feldspar,
kwarsa dan batu kapur.
Bahan baku keramik yang banyak digunakan adalah :
(1) Tanah Liat/lempung
Tanah liat merupakan jenis tanah hasil penguraian batuan alam terutama batuan feldspar yang mengandung alumina silikat hidrat. Jenis tanah ini bersifat plastis bila basah dan akan mengeras/membatu bila dipanasi pada suhu tinggi. Lempung terdiri dari butiran-butiran halus yang mengandung bermacam-macam mineral sehingga pada umumnya lempung tidak mempunyai susunan kimia tertentu.
Jenis-jenis tanah liat
menurut susunan mineralnya :
a. Lempung Kaolinit
Susunan kimianya adalah Al2O3.2SiO2.2H2O disebut juga mineral kaolin. Lempung ini berwarna putih bila kadar besinya rendah.
b. Lempung Monmorilonit.
Berwarna kelabu sampai hijau, bila basah bersifat sangat plastis dan mudah mengembang, bila kering keras dan mudah hancur. Karena sifatnya yang mudah mengembang, serta sifat susut kering yang tinggi maka lempung jenis ini, dalam bidang keramik jarang dipakai.
c. Lempung Illit
Lempung ini mengandung illit yaitu sejenis kristal hidromika yang mempunyai sifat susut muainya rendah.
d. Lempung
klorit
Bentuk kristalnya monokolin, warna khas hijau dan berkilap kaca hingga pudar seperti tanah. Bersifat susut bakar rendah sehingga baik untuk bahan keramik.
Bentuk kristalnya monokolin, warna khas hijau dan berkilap kaca hingga pudar seperti tanah. Bersifat susut bakar rendah sehingga baik untuk bahan keramik.
Jenis Lempung menurut
cara terbentuknya adalah :
a. Lempung Primer
Lempung primer disebut lempung residu, merupakan lempung yang terdapat di sekitar batuan induknya yang lapuk. Lempung ini tidak tercampur dengan bahan lain. Sebagai contoh misalnya, lapuknya flespar akan membentuk kaolin yang bercampur silika. Lempung kaolin ini bersifat baik sebagai keramik putih.
b. Lempung endapan ataupun lempung sekunder.
Lempung ini berasal dari lempung lapukan batuan induk, kemudian terbawa arus air, angina atau es sehingga jauh dari batuan asalnya kemudian mengendap di suatu tempat. Jenis lempung ini antara lain : lempung alluvial (lempung yg mengendap sepanjang aliran sungai, rawa atau cekungan di darat), Lempung estuarin ( lempung yang mengendap di muara sungai), Lempung lakustrin (lempung danau atau rawa), Lempung marine ( lempung yang mengendap di laut ), Lempung glacial (lempung yang terbawa angin atau aliran es ).
a. Lempung Primer
Lempung primer disebut lempung residu, merupakan lempung yang terdapat di sekitar batuan induknya yang lapuk. Lempung ini tidak tercampur dengan bahan lain. Sebagai contoh misalnya, lapuknya flespar akan membentuk kaolin yang bercampur silika. Lempung kaolin ini bersifat baik sebagai keramik putih.
b. Lempung endapan ataupun lempung sekunder.
Lempung ini berasal dari lempung lapukan batuan induk, kemudian terbawa arus air, angina atau es sehingga jauh dari batuan asalnya kemudian mengendap di suatu tempat. Jenis lempung ini antara lain : lempung alluvial (lempung yg mengendap sepanjang aliran sungai, rawa atau cekungan di darat), Lempung estuarin ( lempung yang mengendap di muara sungai), Lempung lakustrin (lempung danau atau rawa), Lempung marine ( lempung yang mengendap di laut ), Lempung glacial (lempung yang terbawa angin atau aliran es ).
(2) Felspar
Felspar merupakan jenis batuan yang tidak terlalu keras, tersusun dari mineral alumina silikat. Ada dua jenis yaitu flespar kalium (mengandung K2O) disebut orthoclase feldspar dan felspar natrium (mengandung Na2O) disebut plagioclase felspar. Felspar di industri keramik dipakai sebagai sebagai bahan pelebur (merendahkan suhu leleh), glasir, gelas atau kaca.
(3) Kwarsa
Berbentuk batuan keras atau pasir. Pemakaian dalam industri keramik yaitu :
- Campuran dalam pembuatan keramik putih dan keramik halus.
- Campuran pembuatan glasir dan email.
- Bahan dasar
pembuatan gelas atau kaca.
- Bahan dasar pembuatan batu tahan api jenis silika.
- Bahan dasar pembuatan batu tahan api jenis silika.
Batu pasir kwarsa yang berkadar kwarsa tinggi dapat dipakai
sebagai bata silika alam untuk bata tahan api.
(4) Batu Kapur
Dalam industri keramik digunakan sebagai bahan campuran.
Sifat-sifat bahan
mentah
Sifat bahan mentah keramik yang diperlukan adalah sifat fisik dan sifat kimianya, tetapi yang lebih dominan adalah sifat fisiknya. Sifat fisik yang menonjol untuk industri keramik adalah : Susunan butiran. Susunan butiran bahan, akan mempengaruhi sifat fisik lainnya, misalnya keplstisan, susut kering, susut bakar, titik lebur, kekuatan masa keramik dan daya serap air. Suatu jenis lempung yang sama bila susunan butirnya berbeda maka pemakaian untuk pembuatan produk keramik juga berbeda.
Sifat bahan mentah keramik yang diperlukan adalah sifat fisik dan sifat kimianya, tetapi yang lebih dominan adalah sifat fisiknya. Sifat fisik yang menonjol untuk industri keramik adalah : Susunan butiran. Susunan butiran bahan, akan mempengaruhi sifat fisik lainnya, misalnya keplstisan, susut kering, susut bakar, titik lebur, kekuatan masa keramik dan daya serap air. Suatu jenis lempung yang sama bila susunan butirnya berbeda maka pemakaian untuk pembuatan produk keramik juga berbeda.
Sifat kimia dari bahan mentah juga harus diketahui karena erat
hubungannya dengan susunan mineral yang dikandung serta produk yang dituju.
Susunan kimia bahan berhubungan dengan sifat susut, titik lebur, kelakuan
selama pembakaran serta sifat ketahanan kimia dari produk akhir.
PROSES PEMBUATAN KERAMIK BANGUNAN
1. Penyiapan bahan mentah, meliputi : penggalian bahan mentah, penimbunan dan
penggilingan.
- Penggalian
bahan mentah, bahan mentah yang digunakan untuk keramikpada umumnya adalah
lempung/tanah liat. Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang
terletak di permukaan bumi sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara
terbuka.
- Penimbunan,
bahan mentah hasil galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama dalam
penimbunan, lempung ini diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal
ini perlu dilakukan agar partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang
menyerap air menjadi lebih lapuk dan menyerap air. Selain itu juga untuk
melarutkan garam sulfat yang merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya
juga dilakukan pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir.
- Penggilingan,
Untuk lempung yang berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun
digiling terlebih dahulu. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan
kollegrang yang dasarnya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan
besar butir yang lebih homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan
yang sudah menjadi tepung ditambah dengan air sambil digiling, sehingga
keluar dari kollegrang, bahan sudah berbentuk lempung basah. Untuk
mendapatkan lempung yang lebih homogen, dilakukan penggilingan lagi
di pugmill (mixer). Selesai dari pugmill, bahan diolah lagi di
dalam extruder. Di dalam alat ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga
dihasilkan lempung yang benar-benar padat berbentuk kolom segi empat atau
bulat.
2. Pembentukan Produk Keramik
Proses pembentukan produk keramik sangat menentukan sifat fisik suatu produk keramik. Cara pembentukan keramik tergantung pada : tujuan pemakaian, sifat bentuknya dan bahan dasarnya. Ada empat cara pembentukan produk keramik, yaitu :
a. Cara pembentukan dengan proses lempung lembek (soft mud process). Cara ini biasanya digunakan untuk membentuk produk keramik yang pembentukannya dikehendaki dengan lembek sehingga dapat dilakukan pembentukan dengan tangan. Cara ini biasanya dipakai untuk benda-benda khusus yang tidak dapat dikerjakan dengan alat lain, misalnya untuk produk keramik halus yang cara pembentukannya dengan proses putar. Di dalam proses ini, lempung bersifat lembek dengan kandungan air 25 – 40 %, dengan syarat lempung masih cukup lkuat menahan beratnya sendiri sehingga tidak terjadi perubahan bentuk.
b. Cara pembuatan dengan proses lempung kaku (Stiff mud). Masa yang dipakai berupa lempung kau yang cukup berat bila dicetak/dibentuk dengan tangan.Kadar air lempung kaku dalam cara ini kurang lebih 15 – 30 %. Biasanya cara ini memerlukan alat pembentuk extruder sehingga dari alat ini dikeluarkan suatu kolom tanah yang kaku. Kemudian kolom tanah ini dibentuk/dipotong, lalu dibentuk kembali menjadi produk tertentu. Cara ini biasanya dipakai dalam pembuatan produk keramik berat dan keramik banhan bangunan, misalnya genteng keramik, bata merah, bata berlubang, pipa tanah dan bentuk produk keramik kasar lainnya.
c. Cara Pembentukan dengan masa slip. Cara ini dipakai bila lempung yang akan dicetak disiapkan dalam bentuk bubur yang halus sekali dan berbentuk lumpur cair. Biasanya lempung terdiri dari susunan butiran yang halus sekali. Kandungan air dalam lempung ini 12 – 50 %. Cara ini biasanya dilakukan dengan membuat cetakan dari gips yang telah dibakar dan dengan cara mencetak tersebut dapat dibuat produk yang sama. Selain itu,juga memungkinkan untuk membentuk benda-benda yang sulit dibentuk dengan cara tangan atau mesin. Cara pembuatan ini biasanya digunakan untuk membuat produk sanitair (closet, wastafel, dll).
d. Cara Pembentukan dengan proses kering. Dalam cara ini dipakai lempung/masa campuran yang berkadar air rendah 4 – 12 %, sehingga masa tadi lembab. Cara membentuknya biasanya dengan alat kempa (press) yang bertekanan tinggi untuk mendapatkan produk yang mempunyai kepadatan tinggi pula. Cara ini umumnya dipakai untuk membuat produk keramik yang mempunyai kepadatan tinggi tetapi hasil bakarannya tidak sampai meleleh, misalnya dalam pembuatan produk ubin keramik, bata klinker dan bata tahan api.
3. Pengeringan
Pada saat keramik selesai dibentuk, biasanya mengandung air
antara 7-30 % tergantung cara pembentukkannya. Keramik ini masih dalam kondisi
mentah dan basah sehingga untuk mengurangi kadar airnya perlu dikeringkan lebih
dulu. Tujuan pengeringan adalah untuk mnguapkan air yang masih terkandung
di dalam produk mentah tadi, sehingga pada saat dibakar tidak banyak terjadi
kerusakan, tidak berubah sifat maupun bentuknya. Pada saat pengeringan, akan
terjadi penyusutan karena air di dalam bahan mentah akan menguap sehingga
butir-butir masa lempung akan mendekat satu sama lain. Penyusutan akan terhenti
apabila air yang menguap telah mencapai ± ½ - 1/3 kali. Apabila penyusutan
telah selesai, maka produk kering sudah tidak mengalami perubahan bentuk
lagi .
Pengeringan produk mentah dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
a. Pengeringan alami, yaitu suatu cara pengeringan yang memanfaatkan matahari dan suhu di sekitar benda tersebut. Kecepatan pengeringan alami tergantung oleh : suhu udara di sekitarnya, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara.
b. Pengeringan buatan, yaitu cara pengeringan dengan menggunakan tungku pemanas sehingga radiasi panas dari tungku dimanfaatkan untuk mengeringkan keramik mentahtadi.
4. Pembakaran
Pembakaran produk keramik bertujuan untuk mendapatkan
produk yang bersifat tidak berubah bentuknya, keras, cukup kuat menahan beban,
tahan air, padat dan tahan terhadap pengaruh cuaca lainnya. Proses yang terjadi
pada keramik selama pembakaran terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
a. Tahap penguapan air mekanis sisa pengeringan. Jumlah air yang terkandung di dalam bahan mentah keramik setelah pengeringan ± 3 – 10 %. Pada tahap awal pembakaran, perlu dilakukan pengeringan air bebas ini. Pada tahap ini, pembakaran dilakukan secara perlahan-lahan dengan suhu relatif rendah ( 40 - 150ÂşC ) untuk menghindari penguapan secara mendadak yang menyebabkan benda retak. Kenaikan suhu pembakaran biasanya diatur antara 5 atau 10ÂşC/jam.
b. Tahap Penguapan air mineral. Pada umumnya air yang terkandung di dalam masa lempung tidak lepas pada suhu di bawah 200ÂşC dan umumnya lepas pada suhu di atas 500ÂşC - 700ÂşC. Pada tahap ini, benda keramik menjadi lebih berpori dan kurang kuat.
c. Tahap Pembakaran Cepat. Pada tahap ini dimaksudkan agar terjadi sedikit peleburan pada dinding partikel lempung sehingga partikel satu dengan yg lainnya melekat. Untuk beberapa produk keramik yang memerlukan penyerapan air rendah, maka dilakukan peleburan lebih lanjut sehingga pori-pori yang ditinggalkan air bebas maupun air mineral menjadi tertutup.
Jenis jenis tungku pembakaran :
1. Tungku berkala (periodik). Tungku yang digunakan untuk pembakaran secara berkala, dimana
sejumlah bahan keramik dibakar sekaligus sampai masak kemudian tungku
didinginkan lagi dan hasil bakarannya dibongkar. Demikian dilakukan berulang
secara berkala. Cara ini terlalu boros karena panas yang hilang banyak sekali,
terutama panas untuk memanasi badan tungku dan sewaktu tungku dingin kembali.
Jenis-jenis tungku
berkala :
a. Tungku ladang, tungku yang biasa digunakan untuk membakar bata merah, bersifat tidak permanen. Lamanya pembakaran dari mulai memanasi tungku sampai tungku dingin kembali adalah 5 – 7 hari. Hasil bakaran pada umunya menghasilkan rendamen rendah (60%).
a. Tungku ladang, tungku yang biasa digunakan untuk membakar bata merah, bersifat tidak permanen. Lamanya pembakaran dari mulai memanasi tungku sampai tungku dingin kembali adalah 5 – 7 hari. Hasil bakaran pada umunya menghasilkan rendamen rendah (60%).
b. Tungku berkala permanen. Tungku ini berbentuk ruangan
permanen (berbentuk segi empat dan lingkaran). Pada sisi bawah tungku diberi
lubang-lubang pembakaran. Hasil bakaran pada umumnya merata dan menghasilkan
rendamen antara 70 – 85 %.
2. Tungku Kontinu
Tungku yang bekerja secara terus menerus (tak berhenti) kecuali produksi berhenti. Proses pembakaran berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan, dan hasilnya diambil setiap hari atau dalam jangka waktu tertentu.
Tungku yang bekerja secara terus menerus (tak berhenti) kecuali produksi berhenti. Proses pembakaran berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan, dan hasilnya diambil setiap hari atau dalam jangka waktu tertentu.
Jenis tungku ini ada
2, yaitu :
a. Tungku kamar, dikenal dengan tungku Hofman. Berbentuk lorong yang bersekat-sekat menjadi beberapa ruangan. Dengan tungku ini hasil produksi cukup besar, dimana 1 kamar menghasilkan ± 3500 bata dan lebih hemat bahan bakar. Umumnya dipakai untu produksi keramik bangunan skala besar
(bata & genteng).
a. Tungku kamar, dikenal dengan tungku Hofman. Berbentuk lorong yang bersekat-sekat menjadi beberapa ruangan. Dengan tungku ini hasil produksi cukup besar, dimana 1 kamar menghasilkan ± 3500 bata dan lebih hemat bahan bakar. Umumnya dipakai untu produksi keramik bangunan skala besar
(bata & genteng).
b. Tungku terowongan. Berbentuk terowongan yang beratap. Pemabakaran dari samping, masa yang dibakar berjalan melalui lorong ini dengan kereta/lori. Jenis tungku ini termasuk modern untuk saat ini dg bahan bakar cair atau gas. Umumnya dipakai untuk produksi keramik halus, produk-produk keramik missal yang mutu dan harganya tinggi seperti produk sanitair.
MACAM-MACAM BAHAN BANGUNAN KERAMIK BERAT
1. BATA MERAH BIASA
- Kuat tekan rata-rata bata merah
produk industri kecil : 50 kg/cm2, untuk produk industri menengah atau
besar rata-rata mencapai 150 – 200 kg/cm2.
- Penyerapan air bata merah
produk industri kecil mencapai 40 % dengan derajat penyerapan
70g/dm2/menit. Sedangkan untuk produk industri menengah yang menggunakan
mesin, penyerapan airnya 20 – 24 % dengan derajat penyerapan
10 – 20 g/dm2/menit.
- Untuk pekerjaan yang baik,
penyerapan air bata merah 10 – 20 g/dm2/menit.
- Di dalam bata merah tidak boleh
mengandung garam sulfat, karena apabila garam ini mongering akan berubah
menjadi kristal yang merusak jaringan tanah di dalam bata.
- Untuk dinding pemikul, kuat
tekan bata minimum 50 kg/cm2.
- Didalam SII 021, ukuran bata ada
3 macam, yaitu :
M 6 = 55 x 110 x 230 mm → Untuk tembok ½ bata tanpa
memikul beban.
M 5a = 65 x 90 x 190 mm → Untuk tembok ½ bata tanpa memikul
beban.
M 5b = 65 x 140 x 190 mm→ Untuk tembok ½ bata tanpa memikul
beban.
Penyimpangan ukuran untuk panjang, mak 4 mm sedangkan untuk lebar dan tebal mak 2 mm. Ukuran bata sangat penting pada saat pemasangan bata untuk konstruksi. Penyimpangan ukuran yang terlampau besar mengakibatkan ketebalan siar adukan bata tidak sama tebal. Tebal siar maksimum untuk pasangan bata adalah 3 mm. Apabila tebal siar lebih dari 3 mm maka kekuatan tembok turun 15 %. Untuk konstruksi dinding bata yang baik, tebal siar maksimum 20 % dari tinggi tembok dan mak 10 % dari panjang tembok.
2. BATA BERLUBANG
- Menurut SII 0604-81 bata
berlubang adalah bata yang pada permukaannya terdapat lubang-lubang, dan
jumlah luas lubang itu 15 – 35 % luas penampang batanya.
- Bata jenis ini dibuat dengan
Extruder, dan diproduksi oleh industri menengah/besar.
- Syarat mutu bata ini lebih
tinggi dibandingkan bata biasa. Bata jenis ini terdapat 5 kelas
menurut kuat tekannya, yaitu 250, 200, 150, 100 dan 50 kg/cm2. Syarat lain
yang penting adalah penyerapan airnya tidak boleh lebih dari 20 %, untuk
mutu rendah mak 22 %.
- Bata jenis ini biasa dipakai untuk
konstruksi tembok pemikul, kecuali untuk yang mutu rendah untuk
partisi.
- Manfaat utama penggunaan bata
berlubang adalah :
1. Bagi industri, pembuatannya lebih menguntungkan karena bahan
yang dipakai lebih sedikit dibandingkan bata pejal serta pengeringannya lebih
cepat.
2. Bagi pemakainya, dinding dengan bata ini lebih baik daya sekatnya terhadap suhu panas/dingin, serta lebih meredam suara dibandingkan dengan bata pejal.
2. Bagi pemakainya, dinding dengan bata ini lebih baik daya sekatnya terhadap suhu panas/dingin, serta lebih meredam suara dibandingkan dengan bata pejal.
- Permukaan
sisi bata ini cukup rata dan seragam sehingga dinding tidak perlu diplester.
3. BATA MERAH PELAPIS
- Cara
pembuatannya sama dengan bata berlubang.
- Ukuran
panjang dan lebar biasanya sama dengan bata biasa dengan ketebalan 10
mm.
- Persyaratan
yang harus dipenuhi adalah : penyimpangan ukuran panjang dan lebarnya mak
2 %, penyerapan air mak 15 % dan tidak boleh mengandung garam
sulfat.
- Penggunaannya
untuk melapis dinding agar permukaannya terlihat seperti bata sesungguhnya
dengan siar sambungan yang rapi.
4. BATA BERONGGA
Yang dimaksud bata berongga adalah bila lubang-lubang
pada salah satu penampang sisi bata, berjumlah 35 – 75 % luas
penampangnya. Biasa disebut bata karawang. Cara pembuatan dan syarat mutunya
sama dengan bata berlubang, kecuali syarat kuat tekannya. Persyaratan kuat
tekan untuk bata berongga ada 2 macam yaitu syarat kuat tekan sejajar lubang
dan kuat tekan tegak lurus lubang. Syarat kuat tekan sejajar lubang biasanya 30
– 50 % lebih tinggi daripada kuat tekan tegak lurus lubang. Penentuan kuat
tekan dari dua arah ini perlu diketahui, karena di dalam penggunaannya bata
berrongga menahan beban dari 2 arah tersebut.
Bata ini biasanya
digunakan untuk elemen pembentuk balok/tiang yang menahan beban lentur seperti
balok beton. Juga dipakai sebagai elemen pengisi untuk pembuatan dinding dan
lantai.
5. BATA KLINKER
5. BATA KLINKER
Disebut juga bata pelapis jalan (paving blok) adalah jenis bata
keramik bakaran keras (vitreous brick), dimana bata ini dibakar pada suhu
hampir mencapai titik lelehnya. Bahan bakunya adalah tanah liat tahan api
dicampur dengan atau tanpa serpih (lempung keras) yang bermutu baik.
Pembuatannya dibentuk dengan proses lempung kaku ( stiff mud) dengan pres
tekanan tinggi sehingga mencapai kepadatan yang optimal. Suhu pembakaran yang
digunakan biasanya 1200 ÂşC.
Bata klinker terutama
dipakai untuk melapis permukaan jalan raya. Bata jenis ini belum dibuat di
Indonesia. Syarat mutu :
- tahan air, tahan cuaca, tahan gesekan, dan mempunyai kuat tekan tinggi.
- Ketahan aus dengan Ratler Test (Los Angeles test), untuk ukuran 8 ½ x 4 x 2 ½ in mak 26 %, ukuran 8 ½ x 4 x 3 in mak 24 %, ukuran 8 ½ x 3 ½ x 4 in mak 22 %.
- Penyerapan air mak 2 %
- tahan air, tahan cuaca, tahan gesekan, dan mempunyai kuat tekan tinggi.
- Ketahan aus dengan Ratler Test (Los Angeles test), untuk ukuran 8 ½ x 4 x 2 ½ in mak 26 %, ukuran 8 ½ x 4 x 3 in mak 24 %, ukuran 8 ½ x 3 ½ x 4 in mak 22 %.
- Penyerapan air mak 2 %
- Kepadatan
(berat volume) minimum 2,30.
- Kekerasan dibanding skala Moh’s min 6.
- Kuat tekan rata-rata min 280 kg/cm2. Biasanya bias mencapai 500 kg/cm2.
- Kuat lentur 105 – 175 kg/cm2. biasanya bisa mencapai 200 kg/cm2.
- Kekerasan dibanding skala Moh’s min 6.
- Kuat tekan rata-rata min 280 kg/cm2. Biasanya bias mencapai 500 kg/cm2.
- Kuat lentur 105 – 175 kg/cm2. biasanya bisa mencapai 200 kg/cm2.
6. UBIN TAHAN ASAM
Cara pembuatan dan bahan-bahannya sama dengan bata klinker.
Biasanya digunakan sebagai pelapis lantai yang harus tahan terhadap asam keras
(HCl, asam sulfat, dll)
7. BATA BERGLASIR
Termasuk jenis bata lapis/bata berlubang. Terbuat dari lempung
serpih dengan proses extruder. Permukaannya dilapisi glasir untuk memperendah
penyerapan airnya. Pengglasiran dilakukan pada saat bata mentah, glasir akan
menggelas pada saat bata
8. GENTENG KERAMIK
8. GENTENG KERAMIK
Bahan dan proses pembuatannya sama dengan bata merah yang
menggunanakan extruder. Bentuk-bentuk genteng keramik di Indonesia yaitu :
genteng datar bentuk echt (genteng kodok), genteng S lengkung cekung/vlam,
genteng palentong (S datar), genteng ukuran besar model marsiles, romano, dll.
Ukuran genteng menurut SII-022-61 : Ukuran kecil, jumlah genteng 25 buah/m2,
ukuran sedang jumlah genteng 20 buah/m2, ukuran besar jumlah genteng 15 buah/m2
Untuk di Indonesia, genteng keramik merupakan penutup atap yang
paling murah dan paling baik.Sifat-sifat genteng keramik : tahan lama,
penyekat panas yang baik dan tahan api. Kemiringan atap untuk genteng keramik
35° - 60°.
3.2 Karakter yang
tepat untuk keramik ruang tamu
Panduan Pilih Keramik Untuk Tiap Ruangan
Gambar
3.1 panduan keramik untuk tiap rungan
RumahCom – Salah satu kebutuhan yang tak mungkin dilupakan
saat membangun atau merenovasi rumah adalah penggunaan keramik.
Keramik tak hanya digunakan untuk melapisi lantai. Keramik
juga digunakan untuk dinding, terutama pada kamar mandi atau dapur. Motif
keramik kini pun makin beragam, sehingga penggunaannya lebih luas.
Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan sejumlah
prinsip sebelum mengaplikasikan keramik pada rumah Anda. Agar pengunaannya
tepat, perhatikan tips berikut.
Lantai bagian luar
Pilih keramik yang tahan terhadap perubahan cuaca dan
musim. Selain itu keramik untuk teras biasanya memiliki permukaan yang bermotif
dan tidak mengilap.
Keramik untuk teras juga memiliki permukaan yang agak kasar
sehingga tidak licin saat terpapar air hujan.
Kamar mandi
Keramik kamar mandi cenderung berukuran lebih kecil
dibandingkan keramik untuk ruang keluarga dan kamar tidur. Pilih keramik
berwarna cerah untuk memberikan kesan luas, dan pilihlah yang bertekstur agak
kasar sehingga tidak licin saat basah sekaligus mudah dibersihkan.
Keramik dinding kamar mandi juga menggunakan keramik yang
tahan bahan kimia dan mudah dibersihkan.
Dapur
Keramik untuk dapur sebaiknya dipilih yang bertesktur dan
tidak terlalu mengilap. Pasalnya lantai dapur selalu berisiko terciprat minyak,
tepung, dan bahan makanan lainnya yang berlemak.
Jika menggunakan keramik yang mengilap, warnanya akan
menjadi cepat kusam saat terpapar bahan makanan dan minyak.
Anak tangga
Lantai tangga wajib menggunakan keramik bertekstur yang
tidak licin dan memiliki efek antiselip untuk mencegah ada yang terpeleset saat
menaiki tangga.
Tak heran jika banyak yang lebih memilih menggunakan lantai
parket atau lantai yang tertutup karpet sebagai lantai anak tangga.
Lantai di dekat pintu dan ruang
tamu
Area pintu masuk paling sering terpapar kotoran dari luar,
sehingga Anda membutuhkan keramik yang tebal dan kokoh. Anda bisa menggunakan
keramik yang tidak bertekstur dan mengilap untuk memberikan kesan bersih pada
area ruang tamu.
Kamar tidur
Keramik memang jauh lebih murah dibandingkan menggunakan
lantai kayu atau marmer. Namun, untuk kamar tidur sebaiknya pilihlah keramik
yang berwarna cerah dan hindari menggunakan keramik yang terlalu
bercorak—seperti jenis teraso.
Keramik ini membuat Anda tak bisa melihat kotoran di atas
lantai sehingga selalu mengira lantai dalam kondisi bersih.
BAB 4 Penggunaan Keramik pada Bangunan
4.1
Tahap Pemasang Keramik pada Dinding
TAHAP MEMASANG
KERAMIK DINDING PALING TEPAT
keramik dinding
keramik
dindingDinding merupakan salah satu struktur yang membentuk berbagai
jenis-jenis rumah tinggal. Selain dari segi struktural, dinding juga berfungsi
sebagai penyekat ruangan. Terkadang, dinding rumah hanya dilapisi dengan warna
cat rumah yang indah dan sejuk. Namun tidak jarang juga bila dinding dilapisi
dengan material penutup dinding. Salah satunya adalah keramik. Keramik memang
umumnya digunakan sebagai salah satu jenis-jenis lantai rumah. Meskipun
terdapat kelebihan dan kekurangan lantai keramik, namun material ini dapat
digunakan sebagai material dinding juga.
Cara memasang
keramik dinding sebernarnya tidak jauh berbeda dengan cara pemasangan lantai
keramik. Namun tetap saja, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Pertama-tama Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
Secara umum, alat-alat tersebut adalah centong semen, lot, benang, pukul
keramik berbahan karet, pensil, meteran dan sebagainya. Tidak lupa Anda perlu menyiapkan
material keramik itu sendiri. Belilah menyesuaikan dengan kebutuhan pemasangan.
Jangan sampai kelebihan atau kekurangan supaya proses pekerjaan menjadi lebih
maksimal. Keramik yang telah dibeli juga harus dipastikan kembali keadaannya.
Apakah bagus semua atau tidak.
Agar keramik
memiliki daya tahan yang baik, tidak hanya direndam, namun adonan atau campuran
dasar keramik dapat mempengaruhi daya rekatnya. Untuk itu, ada beberapa hal
yang harus Anda perhatikan pada saat membuat adonan keramik. Diantaranya adalah
sebagai beriku:
Perbandingan
ideal antara pasir, beton serta semen adalah 1:1:5. Hal ini juga dapat
mempengaruhi ketebalan pasangan keramik.
Pada saat proses
pencampuran adonan pasir dengan semen, gunakan air secukupnya hingga terbentuk
pasta.
Adonan perlu
dibentuk sedemikian rupa agar menjadi sempurna.
Setelah proses
pembuatan adonan selesai, sekarang waktunya beralih ke proses pelaksanaan.
Berikut ini adalah langkah-langkah dari cara memasang keramik dinding yang baik
dan benar, yakni:
Menyiapkan area
kerja
Langkah pertama
yang dilakukan adalah dengan menyiapkan lahan kerja. Sebelumnya, persiapkan
terlebih dahulu benang, meteran ukur, paku serta beton. setelah alat dan bahan
tersebut sudah dipersiapkan, selanjutnya ukurlah dinding rumah Anda yang ingin
dipasangkan dengan keramik.
Mengukur dinding
Pengukuran
dinding harus dilakukan dengan teliti supaya tidak terjadi kesalahan yang tidak
diinginkan. Dinding yang telah diukur kemudian sisi panjangnya dibagi menjadi
dua agar memiliki lebar yang sama. Pasangan keramik akan dimulai pada posisi
tengah, yakni di titik simetris. Caranya adalah dengan menancapkan paku sebagai
tanda dibagian tersebut.
Selanjutnya,
Anda dapat mengukur tinggi dinding hingga batas yang paling atas. Hal ini
sangat membantu dalam menentukan pasangan keramik yang berada diatas dinding.
Persiapan
pemasangan
Apabila proses
pengukuran dan pemberian batas telah selesai dilakukan, Anda dapat melanjutkan
dengan proses pemasangan keramik. Proses pemasangan ini akan dilakukan dari bagian
bawah terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena cara ini dianggap paling mudah
dibandingkan memulai dari bagian atas. Tidak hanya itu, pemasangan benang
bagian atas serta bawah ini juga berfungsi sebagai jalur pemasangan keramik,
yang tentunya harus terukur menyesuaikan dengan ketinggian satu keeping
keramik.
Merendam keramik
Proses
pemasangan tentunya akan membutuhkan adonan semen sebagai perekat keramik pada
dinding rumah. Pembuatan adonan dinding keramik yang baik dan benar sebelumnya
telah diuraikan pada bagian sebelumnya.
Sambil menunggu
proses pembuatan adonan, keramik terlebih dahulu di rendam dalam air bersih
selama kurang lebih 2-3 jam. Hal ini ditujukan agar adonan yang menempel pada
permukaan keramik tidak akan dengan cepat mengering. Ini juga merupakan salah
satu tips jitu supaya daya rekat adonan menjadi lebih baik.
Proses
pemasangan
Adonan yang
telah selesai dapat langsung digunakan untuk proses pemasangan. Caranya adalah
dengan menggambil beberapa keeping keramik dari dalam rendaman. Sebelum
dipasang, keramik tersebut ditiriskan terlebih dahulu. Ingatlah bahwa keramik
yang sudah direndam tersebut tidak boleh terkena sinar matahari agar tidak
cepat mengering.
Menempel keramik
Keramik yang
sudah ditiriskan tersebut kemudian dilapisi dengan adonan semen pada bagian
bawahnya. Ketebalan semen menyesuaikan dengan jarak benang dengan dinding.
Idealnya, ketebalan yang digunakan adalah sekitar 1-1,5 cm. Apabila
ketebalannya melebihi ukuran tersebut, justru dapat mempersulit proses
pemasangan.
Finishing
Keramik yang
sudah dilapisi kemudian ditempelkan pada dinding. Jangan lupa untuk
meratakannya dengan benang, kemudian ditekan menggunakan karet. Ketok permukaan
keramik secara perlahan, hingga keramik rata dengan bagian benang atas dan
bawah.
Lakukan proses ini
secara terus menerus hingga semua keramik selesai dipasangkan. Apabila telah
selesai, permukaan keramik dibersihkan menggunakan alat kebersihan rumah berupa
spons atau kain katun. Setelah 2 hingga 3 hari, Anda baru dapat memasukkan nat
dengan grout pada keramik. Setelah dipasang, jangan lupa membersihkan nat
dengan cara membersihkan nat keramik.
4.2 Tahapan Pemasang Keramik pada lantai
Tahapan Memasang Keramik pada Lantai
Gambar
4.1 cara memasang keramik
Bahan keramik banyak digunakan untuk
lantai (flooring). Dengan banyak pilihan warna, motif, serta ukuran akan
memperindah tampilan ruangan. Untuk memasangya dibutuhkan keahlian dan
ketelitian agar mendapatkan hasil yang bagus. Namun Anda pun bisa belajar
memasang keramik sendiri. Dalam pemasangannya ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan, agar pemasangan keramik tepat dan benar.
- Tentukan jenis keramik yang dibutuhkan, misalnya untuk
lantai eksterior atau interior. Pemilihan ini disesuaikan dengan kondisi
tempat pemasangannya.
- Tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik,
serta bahan pemasangannya. Keramik yang dibutuhkan dilebihkan sekitar 15%
dari luas ruangan terkukur untuk jenis pemasangan paralel, dan 25% untuk
diagonal.
- Tentukan warna, ukuran, dan motif keramik.
- Tentukan metode atau cara pemasangan yang akan
dilakukan, apakah open join dengan lebar nat >3mm, atau closed join
dengan nat kecil < 3mm.
- Tentukan pola pemasangan yang diinginkan, apalah
paralel atau diagonal. Pemasangan secara diagonal akan membutuhkan lebih
banyak keramik karena banyaknya keramik yang dipotong pada tepi ruangan.
Persiapan Memasang Keramik
Pastikan lantai yang akan dipasang
keramik sudah kuat dan rata. Hal ini untuk memastikan keramik yang terpasang
tidak akan retak dan pecah. Pastikan pula dasar lantai tidak terdapat retakan
dan serpihan, jika ada harus dihaluskan dan dibersihkan terlebih dahulu.
Siapkan bahan-bahan dan peralatan
berikut ini:
- Meteran
- Penggaris siku
- Sarung tangan
- Kacamata pengaman
- Palu karet
- Pemotong ubin atau tang ubin
- Benang ukur dan paku
- Pisau plamur
- Cetok
- Tile spacer
- Waterpass alumunium (bubble level)
- Spons
- Spidol atau kapur
- Mortar sebagai perekat keramik
- Tile grout sebagi pengisi nat
Cara Pemasangan Keramik Pada Dinding
1.
Temukan titik pusat dari area
lantai. Titik pusat dapat ditentukan dengan mengukur persilangan sudut ruangan
yang satu ke sudut lainnya. Kemudian tandai pertengahan garis yang terukur.
Menemukan titik pusat merupakan prioritas utama, karena hal ini akan menentukan
di mana harus memasang keramik yang pertama dan berikutnya.
2.
Mulailah pemasangan keramik yang
pertama dari titik pusat ke salah satu dinding
3.
Aplikasikan mortar perekat keramik
dengan cetok (bergerigi lebih baik) secara merata pada dasar lantai. Rentangan
aplikasi perekat sebaiknya jangan terlalu luas cukup 3-4 ubin keramik.
Dikhawatirkan perekat akan cepat mengering, sehingga rekatannya pada keramik
tidak bagus.
4.
Letakkan keramik di atasnya, dan
tekan ke bawah dengan pelan, serta ketok dengan palu karet hingga posisi ubin
stabil. Pada saat mengetok keramik, pastikan Anda mengecek suara yang timbul.
Jika suara berdengung berarti ada perekat yang tidak merekat pada keramik.
Segera angkat keramik tersebut dan lakukan perbaikan pengadukan perekat hingga
merata dan tempelkan pada posisi semula.
5.
Gunakan tile spacer (pemisah ubin)
dan lanjutkan pemasangan ubin berikutnya.
6.
Pakailah waterpass alumunium untuk
mengepaskan ketinggian keramik sampai merata. Jika terlihat ada permukaan yang
tidak rata, maka bisa menambah atau mengurangi mortar perekat keramik sampai
rata.
7.
Pada saat pemasangan pada ujung
baris, lakukan pengukuran pada keramik yang akan dipotong dengan cara
menempatkannya di atas keramik terakhir, serta dengan memberi ruang untuk nat.
Tandai dengan spidol pada keramik yang akan dipotong.
8.
Ulangi langkah nomer 2 hingga 7
untuk baris keramik berikutnya.
9.
Biarkan selama satu setengah hari
agar mortar perekat keramik mengering.
10.
Lakukan pengisian nat dengan grout.
Grout merupakan mortar (semen) yang digunakan untuk mengisi kekosongan atau
celah keramik.
11.
Bersihkan kelebihan grout dengan
menggunakan spons basah.
4.3
Penggunaan Keramik pada Interior
10
Macam Modifikasi Keramik Batu Alam dalam Desain Interior
Stoneware Tiles atau
keramik dengan tampilan seperti batu alam memang menjadi salah satu permata
dalam desain interior modern saat ini. Mengapa? Karena efek batu alam selalu
dapat memberikan tampilan yang canggih dan elegan. Keramik batu alam banyak
dipilih karena tampilannya yang sangat mirip dengan aslinya namun memiliki
harga yang lebih terjangkau tanpa memerlukan perawatan yang spesial ataupun
sulit dibanding dengan batu alam asli.
Dengan teknologi material dan
produksi yang semakin maju, juga didorong oleh desainer yang selalu berinovasi
untuk mendapatkan desain keramik yang selalu baru dan unik. Dewasa kini,
keramik batu alam pun telah memiliki banyak variasi warna dan model yang dapat
memenuhi apapun kebutuhan furnishing sesuai preferensi atau
selera desain anda.
1. Keramik Batu Alam dengan Motif Limestone
yang Cerah
Gambar
4.2 motif keramik yang cerah
Warna cerah Limestone merupakan
salah satu warna keramik batu alam yang banyak digunakan dalam desain modern
karena tampilannya yang tidak lekang oleh waktu. Untuk menciptakan atmosfir
yang cerah dengan gaya rustic, modern dan natural seperti ini,
model keramik batu alam limestone cocok di kombinasikan dengan
material lain seperti polished concrete pada dinding ataupun
ekspos bata putih, dan dilengkapi dengan beberapa furniture kayu
sebagai aksen agar ruangan tidak terlihat pucat dan tetap hangat.
2. Urat Batu Gelap dan Tegas pada Keramik Batu Alam
Slate
Gambar
4.3 motif keramik warna gelap
Berbeda dengan limestone, slate
stone merupakan jenis batu dengan urat yang lebih kasar dan warna
yang lebih gelap. Keramik batu alam motif slate stone sangat
tepat digunakan sebagai elemen dekoratif baik itu bagi lantai ataupun dinding.
Elemen dekoratif keramik batu alam yang memiliki sedikit efek tiga dimensi
dapat menonjolkan karakter warna dan tekstur batu itu sendiri. Menciptakan
suasana ruang yang harmonis dan nyaman saat anda beristirahat.
3. Gaya Industrial yang Anggun
Gambar
4.4 motif keramik yang anggun
Keramik batu alam juga memiliki
ragam model dengan tekstur dan efek warna yang unik. Keramik batu alam yang
heterogen ini akan menciptakan kesan yang autentik yang sesuai dengan anda yang
menyukai tren gaya kontemporer. Jika dipadukan dengan material lain dengan
efek unfinished seperti dinding bata ataupun material besi,
dapat membuat keseluruhan desain menampilkan gaya industrial yang matang. Warna
yang kemerahan-abu ini membuat ruangan menjadi lebih artistik. Keramik batu
alam yang cocok untuk ruang- ruang interior publik seperti boutik ataupun café.
4. Keramik Batu Alam Untuk Dinding Sekaligus
Lantai
Gambar
4.5 keramik untuk dinding sekalin keramik
Ada beberapa orang yang menganggap
bahwa keramik dinding dan lantai harus berbeda jenis dan modelnya agar desain
ruang tidak monoton ataupun membosankan. Pada praktiknya, pernyataan ini tidak
sepenuhnya benar karena tidak berlaku untuk keseluruhan jenis desain dan material.
Keramik batu alam adalah salah satu tipe keramik yang tepat untuk dijadikan
material penutup dinding sekaligus lantai, jika pemilihan warnanya tepat dan
kombinasi perabotnya juga cocok. Warna-warna pucat dan netral seperti abu-abu
dan putih yang memiliki tekstur dan urat adalah salah satunya. Anda dapat
bermain pada ukuran slab keramik batu alam ini dan komposisi pemasangannya
dapat dibedakan antara dinding, lantai, dan juga tangga. Misalnya komposisi
persegi pada lantai dan komposisi susunan bata pada dinding.
5. Finishing Furniture dengan Keramik Batu Alam
Gambar
4.6 finishing furniture dengan keramik batu alam
Selain sebagai material penutup
bagian- bagian ruang utama seperti lantai dan dinding, keramik batu alam
ternyata juga dapat digunakan untuk finishing built-in furniture loh!
Pintu kabinet dan laci- laci yang selain fungsional sebagai tempat penyimpanan
juga menambah nilai estetik pada ruangan anda. Seperti misalnya ruang kerja
atau kantor anda. Keramik batu alam dengan slab besar dapat menyesuaikan dengan
ukuran bagian depan laci atau pintu kabinet anda untuk nanti nya dipotong
sesuai kebutuhan. Jangan lupa memilih keramik batu alam yang tidak terlalu
tebal agar tidak berat, juga pilihlah fitting laci dari besi yang cukup kuat.
6. Keramik Batu Alam + Warna –
Warna Primer
Gambar
4.7 keramik batu alam warna warna primer
Penggunaan warna-warna primer
seperti kuning, merah ataupun biru sebagai aksen ruang sudah dikenal sejak Theo
van Doesburg yang adalah seorang seniman dan Piet Mondrian, seorang arsitek,
memperkenalkan gaya De Stijl pada tahun 1917-1930. Walaupun
tren ini tidak populer dalam waktu yang lama, gaya ini tetaplah ikonik dan
konsep aksen warna primer dalam interior ataupun arsitektur masih sering
diadaptasi dalam desain modern saat ini.. Seperti penggunaan keramik batu alam
dengan warna netral dan membumi seperti coklat muda yang dikombinasikan dengan
furnitur ataupun kabinet warna kuning dan merah sebagai aksen yang membuat
tampilan ruang menjadi hidup dan dinamis. Keramik batu alam yang bertekstur
plus aksen warna polos, sempurna!
7. Keramik Batu Alam Tekstur
Denim
Gambar
4.8 keramik tekstur denim
Tekstur denim pada keramik batu
alam merupakan ide yang sangat kreatif untuk meninggalkan kesan berat ataupun
industrial bagi ruangan anda. Keramik batu alam dengan tekstur denim ini dapat
menjadi elemen dekoratif bagi dinding foyer anda ataupun backsplash dapur
anda. Memberikan kesan yang fresh dan youthful,
keramik batu alam ini dapat menciptakan suasana ruang yang cerah namun
tetap hangat. Cocok juga digunakan untuk studio tempat anda bekerja karena
warna – warna yang tidak pucat dan tidak terlalu menonjol dipadu permainan
komposisi dan bentuk keramik seperti ini dipercaya dapat menstimulasi kerja
otak dan meningkatkan kreatifitas loh!
8. Gaya Medieval dan Efek Karat Keramik Batu
Alam
Gambar
4.9 keramik medieval dan efek karat
Gaya interior medieval merupakan
gaya yang mengacu pada tahun 500-1400 SM. Merupakan gaya yang biasanya ada pada
bangunan-bangunan katedral ataupun kastil yang klasik. Penyesuaian gaya seperti
ini pada bangunan modern adalah penggunaan material batu alam yang dramatis,
kayu yang kaya tekstur dan bukaan yang lengkung. Keramik batu alam dengan efek
karat seperti ini dapat menjadi pilihan material yang dramatis. Keramik batu
alam dengan efek karat pada tone warna yang lebih terang untuk
lantai dan efek karat yang lebih gelap untuk dinding. Dapat dikombinasikan
dengan finishing cat warna copper, ungu ataupun putih untuk
menambah dan juga menyeimbangkan kesan dramatis tersebut. Gaya seperti ini
dapat dicapai dengan desain plafon yang tinggi.
Pemilihan fabric
upholstery untuk sofa ataupun kursi lainnya juga cenderung menggunakan
warna – warna yang deep seperti bronze, gold ataupun ungu dan biru. Ataupun
warna cerah namun material fabric velvet (beludru).
9. Keramik Batu
Alam Motif Grafik yang Modern
Gambar 4.9 keramik
motif grafik yang modern
Anda juga dapat berkeksplorasi
dengan keramik batu alam yang tidak polos ataupun bertekstur namun memiliki motif
grafik seperti ini. Keramik batu alam karya desainer Jepang ini sangat
menonjolkan bentuk yang sederhana dengan gradasi warna yang juga simple, namun
dapat menghasilkan keseluruhan desain yang menarik dan unik. Motif tiles yang
tidak tipikal satu sama lain walaupun masih dalam bentuk desain yang sama,
dengan kombinasi dua warna yang berbeda yang tetap terlihat harmoni satu sama
lain. Anda dapat menyeimbangkannya dengan finishing cat pada dinding yang
berdekatan dengan pilihan tone yang sama. Keramik batu ala mini dapat dijadikan
material keseluruhan yang dominan ataupun sebagai aksen.
10. Efek Tiga Dimensi Keramik
Batu Alam sebagai Elemen Dekoratif
Keramik batu alam dengan efek tiga
dimensi sangat cocok anda gunakan sebagai elemen dekoratif untuk menambah nilai
desain interior anda. Efek tiga dimensi dapat mempercantik keseluruhan ruang
dan memberi efek estetik yang memanjakan mata. Pilih warna keramik batu alam
yang netral, membumi ataupun hangat seperti warna – warna cream ataupun peach.
Keramik batu alam dengan model timbul seperti ini telah banyak dipasarkan juga
dengan pilihan desain bentuk yang berbeda–beda. Pilih yang paling sesuai dengan
karakter dan kesukaan anda. Jangan lupa untuk mengkombinasikannya dengan
material lain yang polos namun dalam satu warna yang sama untuk desain yang
lebih natural, namun dapat juga anda memilih warna-warna yang kontras untuk
menciptakan desain yang lebih berani dalam hal permainan warna.
4.4 penggunaan Keramik pada Exsterior
Hardrock, Keramik Sekeras Batu yang Cocok untuk Eksterior
Keramik
merupakan elemen rumah yang penting. Jika pada umumnya keramik mudah pecah,
kini ada Hardrock yang diklaim sekeras batu.
Hardrock, produk dari Keramik Roman ini dibuat dari campuran material yang berasal dari alam. Ketebalannya 20 mm dengan berat 600 kg.
Hardrock lebih keras daripada beton, sehingga lebih awet, tidak mudah menyerap kotoran, dan mudah dibersihkan.
Hardrock, produk dari Keramik Roman ini dibuat dari campuran material yang berasal dari alam. Ketebalannya 20 mm dengan berat 600 kg.
Hardrock lebih keras daripada beton, sehingga lebih awet, tidak mudah menyerap kotoran, dan mudah dibersihkan.
Bagaimana
tanggapan anda mengenai artikel ini?
·
Happy
·
Inspire
·
Confuse
·
Sad
"Warnanya tidak mudah berubah karena pengaruh cuaca (paparan sinar matahari) dan mampu bertahan sepanjang masa," ujar General Manager Marketing PT Satya Langgeng Sentosa Jimin Suman, ditemui di Jakarta Convention Center (JCC),
Hardrock
memiliki ukuran 30x30 cm dan 60x60 cm. Ukuran tersebut memudahkan pengaturan
aliran air hujan dan memungkinkan dipola atau ditata sesuai kebutuhan desain
arsitektur urban kontemporer.
Sebagai subtitusi batu, Jimin mengatakan Hardrock cocok digunakan untuk area eksterior atau outdoor. Misalnya, jalur pedestrian, area parkir, perkerasan jalan, pelataran gedung, jalur pejalan kaki di taman, maupun mini garden.
Keunggulan Hardrock ialah tidak licin jika sedang hujan. "Keramik ini anti licin. Permukaan keramiknya mirip seperti batu, tidak rata," kata Jimin.
Hardrock ditujukan untuk segmen menengah ke atas. Alasannya, konsumen menengah ke atas memerlukan keramik yang sangat kuat dengan desain yang indah.
Keramik Indoor dan Outdoor
Saat ini, Hardrock dirilis untuk eksterior atau outdoor. Ke depan, Keramik Roman juga akan memproduksi Hardrock untuk area indoor.
"Untuk keperluan indoor, kami akan bikin lebih halus. Namun untuk outdoor, (model yang sekarang), sudah cocok banget," ujar Jimin.
Hardrock ditujukan bagi segmen menengah atas. Mereka mengincar perusahaan, building owner, maupun hunian pribadi.
"Kami yakin pasarnya ada. Area outdoor itu harus finish. Pembangunan gedung juga harus diselesaikan jalur pedestriannya untuk lalu lalang. Kami harapkan Hardrock bisa menjadi pilihan baru bagi arsitek profesional," kata Jimin.
Sebagai subtitusi batu, Jimin mengatakan Hardrock cocok digunakan untuk area eksterior atau outdoor. Misalnya, jalur pedestrian, area parkir, perkerasan jalan, pelataran gedung, jalur pejalan kaki di taman, maupun mini garden.
Keunggulan Hardrock ialah tidak licin jika sedang hujan. "Keramik ini anti licin. Permukaan keramiknya mirip seperti batu, tidak rata," kata Jimin.
Hardrock ditujukan untuk segmen menengah ke atas. Alasannya, konsumen menengah ke atas memerlukan keramik yang sangat kuat dengan desain yang indah.
Keramik Indoor dan Outdoor
Saat ini, Hardrock dirilis untuk eksterior atau outdoor. Ke depan, Keramik Roman juga akan memproduksi Hardrock untuk area indoor.
"Untuk keperluan indoor, kami akan bikin lebih halus. Namun untuk outdoor, (model yang sekarang), sudah cocok banget," ujar Jimin.
Hardrock ditujukan bagi segmen menengah atas. Mereka mengincar perusahaan, building owner, maupun hunian pribadi.
"Kami yakin pasarnya ada. Area outdoor itu harus finish. Pembangunan gedung juga harus diselesaikan jalur pedestriannya untuk lalu lalang. Kami harapkan Hardrock bisa menjadi pilihan baru bagi arsitek profesional," kata Jimin.
BAB 5 Penutupan
5.1 Kesimpulan
Keramik merupakan suatu bentuk dari
tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran yang pada umumnya terbuat
dari tanah liat, kwarsa, feldsfar, dan serbukkaca. Sifat keramik ditentukan
oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya yang secara umum
meiliki sifat :
1. Keras, kuat, tetapi bersifat getas
atau mudah pecah.
2. Tahan terhadap korosi.
3. Kapasitas panas yang baik dan
konduktivitas panas yang rendah.
4. Sifat listriknya dapat menjadi
isolator, semikonduktor, konduktor bahkansuperkonduktor.
5.Dapat bersifat magnetik dan non
magnetik.
Keramik biasanya digunakan untuk
kebutuhan rumah tangga seperti mangkok, piring,cangkir, teko, tempayan dll.
Atau keramik yang digunakan untuk bahan bangunan, seperti batu-bata, genteng
keramik, tegel keramik , pipa-pipa keramik untuk pembuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar